Pengkhianatan Kaum Wahhâbi

22 04 2009

Selain kejahilan dalam berfikir, dan sikap yang arogan, ada ciri lain yang tidak kalah kentalnya pada kaum Wahhâbi, yaitu pengkhianatan terhadap umat Islam, termasuk pengkhianatan dalam melestarikan peninggalan para ulama yang mereka anggap tidak sejalan dengan akidah yang mereka bangun dan mereka paksakan dengan tipu muslihat dan kecurangan serta dalam banyak hal terkadang dengan kekerasan !

Mungkin judul di atas terasa memprovokasi, tetapi apabila Anda menyadari kejahatan intelektual yang sedang mereka lakoni pasti Anda akan melihatnya sebagai hal yang wajar dan tidak berlebihan.

Dalam kesempatan ini saya akan membongkar satu dari ratusan contoh kasus pengkhianatan dan kecurangan kaum Wahhâbi. mereka telah merusak dan mengacak-ngacak kitab para ulama Ahlussunnah dengan mengganti redaksi-redaksi tertentu yang tidak sejalan dengan keyakinan faham Wahhâbiyah.

Untuk menghemat waktu, saya akan sebutkan sebuah kasus pengkhianatan yang dilakukan kaum Wahhâbi terhadap keterangan Imam Nawawi tentang masalah dianjurkannya menziarahi makam suci Rasulullah saw. setelah menunaikan ibadah haji.

Dalam kitab al Adzkâr hal 306, terbitan Dârul Fikr- Damaskus, dan cetakan-cetakan lain, yang sesuai dengan manuskirp kuno, dan sesuai dengan apa yang tertera dalam Syarah al Adzkâr karangan Ibnu ‘Allân, Imam Nawawi menerangkan demikian :

( فصل فـي زيارة قبر رسول الله صلى الله عليه وسلم وأذكارها) : اعلم أنه ينبغي لكل من حج أن يتوجه إلـى زيارة رسول الله صلى الله عليه وسلم سواء كان ذلك طريقه أو لـم يكن. فان زيارته صلى الله عليه وسلم من أهم القربات وأربح الـمساعي وأفضل الطلبات فإذا توجه للزيارة أكثر من الصلاة والسلام عليه صلى الله عليه وسلم فـي طريقه. فإذا وقع بصره على أشجار الـمدينة ……… .
( Pasal : Tentang ziarah ke makam Rasulullah saw. dan dzikir-dzikirnya) Ketahuliah bahwa seharusnya bagi setiap orang yang menunaikan ibadah haji untuk berangkat menziarahi Rasulullah saw., baik kota suci Madinah itu jalan menuju negerinya atau bukan. Karena menziarahi beliau saw. termasuk pendekatan diri yang paling penting dan usaha yang paling menguntungkan dan perintah yang paling afdhal. Jika ia bermaksud untuk berziarah, maka hendaknya ia memberbanyak membaca shalawat dan salam atas beliau saw. di perjalanannya. Dan apabila ia telah menyaksikan pohon-pohon kota suci Madinah ….… dst“ .

Akan tetapi, karena anjuran berziarah ke makam suci Rasulullah saw. adalah sesuatu yang tidak disukai kaum Wahhâbi, maka keterangan Imam Nawawi terasa sangat menyakitkan dan mereka nilai sebagai sebuah kesesatan, dan kaum Wahhâbi pun segera merubahnya sehingga tidak bertentangan dengan doktrin Wahhâbiyah yang sangat anti terhadap pengagungan kepada Rasulullah saw.

Di tangan seorang yang bernama Abdul Qadir al Arnâûth, para pemuka Wahhâbi yang tergabung dalam Idârah al Buhûts al Ilmiyah wa al Iftâ’ ( Lembaga Pengkajian Ilimah dan Fatwa ) yang beranggotakan pemuka-pemuka Wahhâbiyah paling terpercaya menerbitkan kitab Al Adzkâr dengan teks yang sangat bertentangan dengan keterangan Imam Nawawi :

فصل فـي زيارة مسجد رسول الله صلى الله عليه وسلم : اعلم أنه يستحب من أراد زيارة مسجد رسول صلى الله عليه وسلم أن يكثر من الصلاة عليه صلى الله عليه وسلم فـي طريقه. فإذا وقع بصره على أشجار الـمدينة .


( Pasal : tentang ziarah ke masjid Rasulullah saw.) : Ketahuliah bahwa seharusnya bagi setiap orang yang ingin menziarahi masjid Rasulullah saw. untuk memperbanyak shalawat kepada beliau saw. di perjalanannya, Dan apabila ia telah menyaksikan pohon-pohon di kota suci Madinah………dst ( Al Adzkâr:259 ). Coba perhatikan dan renungkan apa yang telah mereka lakukan dan pengkhianatan apa yang sedang mereka lakoni ?!

Bagaimana mungkin pemalsuan itu bisa terjadi di bawah pengawasan Lembaga yang paling dipercaya dalam mengemban amanat agama ?!

Padahal setahu saya, semua anggota Lembaga Tertinggi Wahhâbi itu tidak buta matanya dan tidak tuli telinganya! Namun mengapa pengkhianatan Abdul Qadir al Arnâuth itu dapat terjadi dan mereka restui?

Lalu apa yang bakal tersisa dari kepercayaan umat Islam terhadap kitab-kitab peninggalan para ulama terdahulu jika cetakan-cetakan yang beredar telah diacak-acak oleh tangan-tangan para pengkhianat agama?!

Ini adalah sebuah kejahatan yang harus segera mendapatkan perhatian serius dari para ulama, para Kyai dan sarjana muslim yang peduli akan kelestarian kitab-kitab Salaf kita! Kejahatan yang sedang mereka lakoni ini sangat berbahaya dan berdampak membutakan generasi Muslim akan ajaran agamanya! ini adalah kejahatan yang serupa dengan kejahatan para Pendeta Yahudi dan Kristen yang telah menyesatkan kaum mereka dari petunjuk Allah!

أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيْقاً كَذَّبْتُمْ وَ فَرِيْقاً تَقْتُلُوْنَ ؟ ( البقرة 87 ) .

“Apakah apabila setiap rasul datang kepada kalian dengan membawa misi yang tidak sesuai dengan keinginan kalian, lalu kalian bertindak angkuh ; sebagian dari (para rasul itu) kalian dustakan dan sebagian (yang lain) kalian bunuh?.” ( Al Baqarah ;87) .

Kaum Wahhabi, banyak melakukan perobahan-perobahan terhadap karya para ulama Salaf yang disesuaikan dengan keinginan hawa nafsu mereka, oleh sebab itu berhati-hatilah !


Aksi

Information

One response

13 05 2013
Ksn

Sya se7, marilah kta smua brhti2, trims kawan, lnjut truz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: