TAREKAT TIJANIYAH DI ALBANIA ( EROPA )

22 04 2009

 


Albania adalah sebuah negara yang terletak di Eropa bagian tenggara. Albania berbatasan dengan Montenegro di sebelah utara, Serbia (Kosovo) di timur laut, Republik Makedonia di timur, dan Yunani di selatan. (wikipedia). Dimasa dahulu Alba nia termasuk wilayah kekhalifahan Usmaniyyah dan banyaklah penduduk Albania yang masuk agama Islam. Tarekat Tijani masuk ke Albania hampir bersamaan dengan masuknya tarekat Tijaniyah ke Indonesia, yakni sekitar tahun 1920-an.)

Ulama yang membawa dan mengembangkan tarekat Tijaniyah di Albania adalah Syaikh Haji Shah Muhammad Shaban Efendi Domnori (1868-1934). Sheikh Shaban dikenal sebagai ulama ahli tauhid dan tasawwuf dikalangan ulama dan para Imam di kota Shkodra di Albania Utara.

.           Menurut keterangan dari keluarga Sheikh Shaban, bahwa Sheikh Shaban menunaikan ibadah Haji ke Mekkah berkali-kali. Sheikh Shaban kemudian mengambil tarekat Khal watiyah dan Naqsyabandiyah di Mekkah dari beberapa guru dan mengembangkannya di Albania. Namun ketika Sheikh Shaban menunaikan ibadah haji yang ke-4 pada tahun 1918, Sheikh Shaban berhubungan dengan seorang Syaikh tarekat Tijaniyah bernama Sayyid Abdul Qadir Minjahi al-Tijani r.a. Sheikh Shaban yang terkesan dengan Tarekat Tijaniyah kemudian me ngambil bai’at kedalam tarekat Tijaniyah melalui Sayyid Abdul Qadir Minhaji. Pada awalnya Syaikh Shaban hanya ingin menjadi murid sederhana saja dalam tarekat Tijani ini. Namun gurunya Sayyid Abdul Qadir yang mengetahui ke-aliman beliau kemudian mengangkat Sheikh Shaban menjadi Muqaddam Tarekat Tijaniyah dan menugaskannya untuk menyebarkan tarekat Tijaniyah di Albania

Tarekat Tijaniyah secara resmi hadir di kota Shkodra Albania pada tahun 1920 dan dipimpin oleh Sheikh Shaban Dom nori. Pada awalnya tarekat Tijaniyah dikembangkan secara sem bunyi-sembunyi namun berangsung-angsur karena ke-aliman dan kerja keras Syaikh Shaban kemudian tarekat Tijaniyah mulai muncul kepermukaan. Hingga akhirnya Sheikh Shaban terang-terangan membuka zawiyah pertama di rumahnya sen diri di distrik Ayasem kota Shkodra. Beberapa tahun kemudian ikhwan-ikhwan Tijaniyah disana membeli sebuah rumah di distrik Ndocaj dan membangun Zawiyah pertama di negara Albania. Dan perkembangan berikutnya sangat menggembirakan karena walaupun tarekat ini masih dipandang baru disana, na mun banyaklah ulama-ulama besar yang memasuki tarekat Tijaniyah dan mengembangkannya ini diantaranya adalah :


1. Syaikh Hafiz Sabri Bushati, Mufti kota Skhodra tahun 1940

2. Syaikh Muhammad Bekteshi, Ulama besar Shkodra

3. Sheikh Qazim Hoja, Ulama dan pengajar di Madrasah Tirana

4. Sheikh Yusuf Karaka, Imam Madjid Rusi di kota Shkodra

5. Sheikh Ismail Haki, Mufti kota Kruja dan Vlora

6. Sheikh Hafiz Mustafa Varoshi, mufti kota Durra 1930-1940

7. Sheikh Hasan Tahsin Haveriku, Professor di Tirana

8. Haki Sharofi, editor kepala majalah Islam Albania dan  direktur Madrasah Tirana tahun 1945.

9. Sheikh Hafiz Sabri Kocki, ketua umum Masyarakat Muslim Albania (Wafat 2003).


Tidak banyak zawiyah di Albania, karena kebanyakan zikir dilakukan dirumah-rumah ikhwan Tijaniyah. Pada awalnya di rumah Sheikh Shaban, kemudian ketika Sheikh Shaban wafat, kegiatan zikir pindah kerumah Syaikh Muhammad Bekteshi. Di kota Tirana diselenggarakan di rumah Syaikh Qazim Hoja. Di kota Durra diselenggarakan di rumah Syaikh Mustafa Varoshi dan dikota lainnya diadakan dirumah salah seorang ulama pemuka Tijaniyah.

Tarekat Tijaniyah di Albania juga bergabung dalam sebuah organisasi tarekat Albania (jika di Indonesia semacam Jamiyyah Ahli Tariqah Muktabarah An-Nahdliyah-ed) dimana tarekat-tarekat yang berada dalam organisasi tersebut diantaranya adalah Naqsyabandi, Rifaiyyah, Saadiyah, Qadiriyah dan Tijaniyyah.

 Seusai Perang Dunia ke-2 tarekat Tijaniyah dan tarekat lainnya mengalami masa kemunduran karena kaum komunis menguasai negara. Organisasi tarekat dan hak-hak sipil tentang praktek keagamaan dan lainnya diberangus dan diharamkan oleh penguasa komunis. Kaum komunis telah menghancurkan hampir semua zawiyah dan pusat-pusat tarekat Tijaniyah di Albania. Banyak ulama Tijaniyah yang dipenjara bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Kaum komunis menguasai Alba nia sekitar hingga kejatuhan pemerintahan komunis sekitar tahun 1990. Setelah era komunis berakhir dan demokrasi kemba li ditegakkan maka perkembangan agama umumnya dan khususnya Islam serta tarekat kembali diizinkan dan berkem bang. Bahkan organisasi Tarekat Albania kembali dihidupkan dan saat ini dipimpin oleh seorang Muqaddam Tijaniyah yakni Syaikh Faik Hoja dan anggota organisasi tarekat ini yang utamanya adalah Tijaniyah, Saadiyah, Rifaiyyah dan Qadiriyah. Organisasi tarekat Albania juga mengembangkan tarekat dengan menerbitkan majalah keagamaan.

Syaikh Faik Hoja disamping seorang Muqaddam Tijani yah beliau juga seorang Mufti dinegaranya. Namun akhirnya beliau memutuskan untuk hanya mengembangkan tarekat Tijani dinegaranya. Menurut beliau, ikhwan Tijanyyah di Albania sangat mengharapkan dapat membangun kembali zawiyah-zawiyah Tijaniyyah di negaranya yang dahulu dihancurkan oleh kaum komunis.  Insya Allah

 

Persamaan antara Tijaniyah di Indonesia dan Albania


Diantara kesamaan Tijaniyah di Indonesia dan Albania adalah sama-sama hadir dan berkembang sekitar tahun 1920-an. Pada awalnya Tijaniyah di dua negara berkembang perlahan-lahan sampai akhirnya berkembang dan banyak sekali ulama-ulama bahkan setingkat Mufti agama yang menjadi penyebar Tijaniyah. Dan tarekat Tijaniyah baik di Indonesia maupun di Albania sama sama diakui dan pengusung organisasi tarekat Muktabarah di negaranya masing-masing.

Salah satu hal yang patut kita syukuri di Indonesia adalah tidak mengalami apa yang dialami saudara-saudara kita di Albania. Yakni, kaum komunis mengalami kegagalan menguasai Indonesia pasca G30S/PKI tahun 1965 dan agama Islam dan tarekat khususnya di Indonesia berkembang dengan relatif aman. Berbeda dengan Albania dimana kaum komunis berhasil menguasai negara dan akibatnya hak-hak sipil diberangus bahkan agama (serta tarekat tentunya) diharamkan. Zawiyah-zawiyah Tijaniyah dihancurkan, ulama Tijaniyah dipen jara bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Alhamdulillah, sejak era komunis berakhir dan hancur di tahun 1990-an, Agama Islam dan tarekat khususnya Tijaniyah kembali berkem bang dan hingga kelak nanti.  Insya Allah.  @


Aksi

Information

2 responses

9 05 2009
Zaki

Salam Alaykum

Terimakasih atas beragam informasi perihal tariqah Tijaniyyah yang disuguhkan. Alangkah baiknya apabila ada postingan yang berasal dari tulisan/posting ikhwan lainnya disebutkan sumber pengambilan atau penyusun tulisan tersebut.

Sayyidi Sheikh Fakhrouddin Owaisi al-Tijani R.A dalam surat-suratnya kepada ikhwan2 Tijaniyyah dan lainnnya sempat menyinggung perihal adab-adab mengambil tulisan dari pihak lain dan keharusan menyebut sumber asalnya. Agar jelas hak dan tanggung jawab penulisan dan si pengutip akan dibebaskan dari tanggung jawab tulisan.

Demikian pemberitahuannya.

Wassalammu’alaykum

Zaki Shiddiq
Ikhwan Tijani Bogor

17 10 2009
slhdn

ass,saya ust.IWAN ikhwan tijani dari Ciawi bogor.

saya mewakili ikhwan yg ada di ciawi bogor,mengucapkan minalaidjin walfaidjin kepada seluruh ikhwan tijani di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: