Tukang Ngafirin Orang

6 08 2009

Muhammad bin Abdul Wahhab

si “Tukang Ngafirin orang”

 

 

 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sekte Wahabi adalah sekte yang memiliki kekhususan tersendiri dari kelompok muslim lain, yaitu tukang ngafirin orang. Setelah kita mengetahui beberapa bukti pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap para ulama, kelompok dan masyarakat muslim selain pengikut sektenya, kini kita akan melihat kembali beberapa teks yang dapat menjadi bukti atas pengkafiran tersebut. Kali ini, kita akan menjadikan buku karya Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim al-Hambali an-Najdi yang berjudul Ad-Durar as-Saniyah sebagai rujukan kita. Dalam kitab tersebut, penulis menjelaskan beberapa redaksi langsung dari Ibnu Abdul Wahhab yang dengan jelas dan gamblang membuktikan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah mengkafirkan banyak dari kaum muslimin, yang tidak sepaham dengan pemikirannya. Kita akan mengambil beberapa contoh yang dinukil dari kitab di atas dan sedikit memberikan komentar sesuai dengan apa yang dinukil oleh penulis;

 

Muhamad bin Abdul Wahhab Mengaku Pemilik Ajaran Tauhid Sejati

Ternyata fenomena mengaku-ngaku sebagai satu-satunya pemilik ajaran Tauhid para pengikut sekte Wahhaby itu bermula dari pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab. Dengan begitu akhirnya mereka tidak menganggap konsep Tauhid yang dipahami oleh ulama Ahlusunnah, karena sikap keras kepala dan merasa paling benar sendiri.

 

Kali ini, kita akan lihat ungkapan Muhammad bin Abdul Wahab berkaitan dengan dakwaannya atas monopoli kebenaran konsep Tauhid versinya, dan mengaggap selain apa yang dipahami sebagai kebatilan yang harus diperangi.
…Dahulu, aku tidak memahami arti dari ungkapan Laailaaha Illallah. Kala itu, aku juga tidak memahami apa itu agama Islam. (Semua itu) sebelum datangnya anugerah kebaikan yang Allah berikan kepadaku. Begitu pula para guruku, tidak seorangpun dari mereka yang mengetahuinya. Atasa dasar itu, setiap ulama yang mengaku memahami arti Laailaaha Illallah atau mengerti makna agama Islam sebelum masa ini atau ada yang mengaku bahwa guru-gurunya mengetahu hal tersebut maka ia telah melakukan kebohongan dan penipuan. Ia telah mengecoh masyarakat dan memuji diri sendiri yang tidak layak bagi dirinya.” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 51 )

 

Dari ungkapan di atas telah jelas bagaimana Muhammad bin Abdul Wahhab telah menyatakan :
a- Mengaku hanya dirinya selama ini yang paham konsep Tauhid dari kalimat Laailaaha Illallah dan telah mengenal Islam dengan sempurna.

b- Menolak pemahaman ulama dari golongan manapun berkaitan dengan konsep Tauhid dan pengenalan terhadap Islam, termasuk guru-gurunya sendiri dari mazhab Hambali. Apalagi dari mazhab lain.

c- Menuduh para ulama lain yang -versinya- tidak memahami konsep Tauhid dan Islam telah melakukan penyebaran ajaran batil, ajaran yang tidak berlandaskan ilmu dan kebenaran.

d- Hanya dirinya yang mendapat anugerah khusus Ilahi itu. Dan dirinya pulalah yang berhak mendapat pujian, baik di dunia maupun di akherat. Karena tentu kebatilan -versinya- mustahil akan menjanjikan keselamatan dan kebahagiaan sejati di akherat.
Dari ungkapan Syeikh Wahhabi itu maka janga heran jika para pengikutnya pun hingga saat ini terus men-talqin-kan diri mereka telah selamat dari kesesatan pemahaman ulama-ulama yang tidak memahami konsep Tauhid -sebagai landasan utama agama Islam- dan segala hal yang berhubungan dengan pemahaman agama Islam. Dari sinilah pengkafiran kelompok Wahhaby dan monopoli kebenaran muncul di benak kaum Wahaby.

 

Dari situ maka jangan heran jika pelecehan terhadap para ulama Islam pun mulai gencar ia lakukan. Sebagai contoh apa yang telah disebutkannya:
Mereka (ulama Islam) tidak bisa membedakan antara agama Muhammad dan agama ‘Amr bin Lahyi yang dibuat untuk diikuti orang Arab. Bahkan menurut mereka, agama ‘Amr adalah agama yang benar.” (Lihat : Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 51)

 

Siapakah gerangan ‘Amr bin Lahyi itu ?

Dalam kitab sejarah karya Ibnu Hisyam disebutkan bahwa;ia adalah oaring yang pertama kali pembawa ajaran penyembah berhala ke Makkah dan sekitarnya. Dulu ia pernah bepergian ke Syam. Di sana ia melihat masyarakat Syam menyembah berhala. Melihat hal itu ia bertanya dan lantas dijawab: “berhala-berhala inilah yang kami sembah. Setiap kali kami menginginkan hujan dan pertolongan maka merekalah yang menganugerahkannya kepada kami, dan memberi kami perlindungan”. Lantas Amr bin Lahy berkata kepada mereka: “Apakah kalian tidak berkenan memberikan patung-patung itu kepada kami sehingga kami bawa ke tanah Arab untuk kami sembah?”. Kemudian ia mengambil patung terbesar yang bernama Hubal untuk dibawa ke kota Makkah yang kemudian diletakkan di atas Ka’bah. Lantas ia menyeru masyarakat sekitar untuk menyembahnya(Lihat: as-Sirah an-Nabawiyah karya Ibnu Hisyam jilid 1 halaman 79)

 

Jadi muhammad bin Abdul Wahhab telah melakukan:
a- Menyamakan para ulama Islam dengan ‘Amr bin Lahy pembawa ajaran syirik.

b- Menuduh para ulama mengajarkan ajaran syirik.

c- Menuduh para pengikut ulama Islam sebagai penyembah berhala yang dibawa oleh ulama-ulama Islam itu.

 

Dari sini jelas sekali bahwa pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap para ulama dan kaum muslimin sangatlah nampak sekali sebagaimana matahari di siang bolong. Ia telah menvonis bahwa, siapapun yang memahami ajaran Tauhid ataupun pemahaman Islam yang berbeda dengan apa yang ada di otaknya maka ia masih tergolong sesat karena tidak mendapat anugerah khusus Ilahi. Ajaran itu dipastikan sama dengan ajaran syirik dan sesat sebagaimana ajaran ‘Amr bin Lahy, pembawa berhala ke kota Makkah. Itu disebabakan karena, para ulama Islam meyakini legalitas ajaran Islam seperti Tabarruk, Tawassul … dsb.


Aksi

Information

3 responses

25 12 2009
neilhoja

tulisan di atas, ditinjau dari segi ilmiah masih kurang. karena sumber yang dijadikan rujukan, justru berasal dari orang yang tidak setuju dengan beliau…

coba pemilik blog, mengutip dari kitab2 abdul wahhab.. tentu lebih bisa diterima.🙂

saya sendiri, blum sempat mendapatkan kitab2 karangan beliau.. kiranya sampean bisa memberi pencerahan.

28 06 2012
kang opiks

betul….betrul…betul…..betul itu kata saudara neilhoja……begitulah kaum sufi kalo berbicara. Seperti orang gila!! Ga pake dasar…..sembarang ngomong…….asal comot meski itu dari tong sampah sekalipun!!! Saya pernah baca buku karangan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang salah satunya berisi ajakan dan tantangan, uakni Kembali ke Al Qur’an, Kembali ke As Sunnah, Kembali ke Ijma Ulama….itu ajakannya. Tantangannya : Bila anda keberatan untuk kembali ke tiga dasar itu, mari kita ber mubahalah!! Dari sini kita dapat tahu,……siapa itu Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan siapa sesungguhnya kaun sufi itu! Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengajak ke arah persatuan, sementara kaum sufi mengajak ke arah perpecahan!!!!

25 01 2015
rainy

ya kurang jelas. mengajak syirik tp gak di jelsaskan syirik yg bgmna. aneh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: